BAHASA INDONESIA
PERENCANAAN KARANGAN
III. SOAL URAIAN (REVIEW)
1.Topik : Penerapan Sistem Pakar untuk Menganalisa Kesehatan Janin2. Tujuan & Tesis
Tujuan : Membuktikan bahwa menganalisa kesehatan janin seorang ibu hamil dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pakar / sistem informasi tanpa harus berkonsultasi dengan seorang Dokter Kandungan atau Bidan.
Tesis : Pemanfaatan teknologi masa kini yang terus berkembang dengan cara melakukan pengembangan sistem informasi dan penerapan sistem pakar di berbagai macam bidang dapat membantu meningkatkan kualitas dari suatu keahlian seseorang dan bahkan dapat dilakukan tanpa seorang ahli tersebut.
3. Kerangka Karangan yang digunakan sebagai berikut :
I. Pendahuluan
I.i. Latar Belakang Masalah
I.ii. Tujuan
I.iii. Batasan Masalah
II. Sistem Pakar
II.i. Definisi Sistem Pakar
II.ii. Keuntungan Sistem Pakar
III. Kehamilan
III.i. Definisi Kehamilan & Tanda-Tanda Kehamilan
III.ii. Masalah Kehamilan
III.iii. Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
IV. Strategi Pelaksanaan
IV.i. Menyusun Strategi Awal
IV.ii. Menjalankan Strategi
IV.iii. Penerapan
IV.iv. Evaluasi Penerapan
IV.v. Sosialisasi
V. Penutup
V.i. Kesimpulan dan Saran
4. Latar Belakang
Kemajuan teknologi saat ini berkembang begitu pesat. Hampir seluruh manusia di dunia ini memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, dan tak sedikit pula manusia yang mengembangkan teknologinya sendiri untuk meningkatkan kinerja dari teknologi yang dibuatnya. Salah satu manfaat perkembangan teknologi saat ini adalah digunakannya sistem komputer di berbagai bidang atau yang biasa disebut system pakar.
Sistem pakar adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi.Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik.
Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal, tetapi perlu perawatan khusus agar ibu dan janin dalam keaadaan sehat. Karena kehamilan yang normal pun mempunyai resiko kehamilan, namun tidak secara langsung meningkatkan resiko kematian ibu (dinkes, 2004). Tingginya angka kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor sepertinya rendahnya kesadaran ibu untuk memeriksakan kehamilan dan penyakit bawaan yang diderita ibu hamil.
Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) di hitung dari hari pertama haid terakhir (Saifuddin, 2002). Kehamilan merupakan keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologi yang mengancam keadaan ibu dan janin (Prawirohardjo, 2006).
Umumnya kehamilan berkembang normal dan menghasilkan kelahiran bayi cukup bulan dan sehat melalui jalan lahir, namun ini kadang tidak sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, pelayanan antenal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendeteksi kesehatan ibu hamil sehingga dapat menurunkan kematian maternal dan neonatal (Meilani, et al., 2009).
5. Masalah
Masalah yang dihadapai dalam penerapan sistem pakar untuk menganalisa kesehatan janin ini adalah akan banyaknya error sistem yang terjadi saat pengambilan keputusan dikarenakan perbedaan kondisi dari setiap pasien/ibu hamil. Dan mahalnya biaya yang akan dikeluarkan untuk pemasangan sistem pakar ini, serta kurangnya pengetahuan pasien/ibu hamil tentang sistem pakar ini sehingga diperlukannnya sosialisasi berkali-kali.
6. Tujuan
Tujuan penerapan sistem pakar ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kegunaan sistem pakar yang dapat digunakan di berbagai bidang. Kemudian membantu dalam menghasilkan sebuah keputusan berupa analisa sebuah penyakit. Dan membantu tugas para Dokter Kandungan atau Bidan.
7. Pembatasan Masalah
- Sistem Pakar yang diterapkan untuk menganalisa kesehatan janin.
- Sistem pakar yang diterapkan hanya untuk sarana konsultasi seorang ibu hamil.
- Sistem pakar yang diterapkan untuk menggantikan seorang Dokter Kandungan atau Bidan.
8. Untuk mendapatakan, mengumpulkan, dan mengolah data, penulis melakukan interview kepada beberapa Dokter Kandungan dan Bidan, melakukan sosiometri kepada beberapa ibu hamil dan melakukan studi pustaka dengan cara membaca buku buku pengetahuan.
9. Topik yang penulis buat tersidiri dari 2 variabel topic yaitu : Sistem Pakar dan Kesehatan Janin,. Untuk mengendalikan topik tersebut adalah dengan cara menyatukan 2 variabel topik tersebut dan melakukan pembahasan yang terkait dengan hubungan kedua topik tersebut.
10. Menyusun seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal dalam penulisan karangan.
11.1. Mencari Ide
2. Menentukan Topik
3. Merumuskan Masalah
4. Menulis Karangan
II. MENJAWAB PERTANYAAN DARI PARAGRAF
1. Bacaan paragraf tersebut berupa Laporan (A) Kualitatif.
2. Laporan dari paragraf terasebut disusun secara (B) Deduktif.
3. Laporan dari paragraph tersebut berisi (C) Perencanaan.
4. Laporan dari paragraph tersebut menggunakan bahasa laporan (C) Logis.
5. Baacaan paragraph tersebut menggunakan pendekatan pembahasan (A) Komunikatif.
I. MENJAWAB PERTANYAAN BERDASARKAN SOAL
1. Bacaan tersebut menggunakan ragam bahasa jenis (D) berita.
2. Bacaan tersebut menggunakan topic (A) penyimpangan sampel.
3. Kalimat kedua dari bacaan tersebut menyatakan bahwa terjadi (A) perbedaan sampel besar dan sampel kecil.
4. Kata sampel sebaiknya ditulis (C) sampel.
5. Dari kalimat kelima bacaan tersebut mengandung kata "untuk sampel - sampel kecil" yang merupakan (C) subyek.
6. Topik suatu karangan tidak (D) harus menarik untuk ditulis / dibaca.
7. Salah satu contoh topik yang baik untuk studi pengetahuan akuntansi adalah (C) "Sistem Keuangan Global" .
8. Contoh kalimat tesis yang baik misalnya (B) "Penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara positif terhadap pengembangan sistem kerja".
9. Kalimat tesis yang baik tidak perlu (D) menggunakan kata konotasi.
10.Contoh perumusan masalah karangan ilmiah menuntut adanya analisis adalah (C) “Adakah hubungan sistem kerja terhadap efisiensi produksi?”.
11. Salah satu kata yang dapat menyatakan tujuan penelitian adalah (A) "membuktikan".
TUGAS MANDIRI
1. Hakikat perencanaan karangan adalah proses awal dalam perancangan karangan yang akan dibuat sampai dengan akhir penulisan. Baik itu bentuk kerangka karangannya ataupun isi dari karangannya itu sendiri.
2. Mengarang merupakan proses kreatif karena dalam proses pembuatan karangannya membutuhkan ide ide atau pembahasan yang menarik sehingga pembacanya dapat dengan mudah memahami isi dari karangan tersebut.
3. Jenis - jenis karangan ilmiah adalah :
Karangan Informatif
Karangan Rekomendasi
Karangan Analisis
Karangan Kelayakan
4. Tahapan penyusunan karangan adalah :
Prapenulisan
Penulisan
Penyuntingan
Penulisan naskah yang sudah sempurna
Presentasi
5. Syarat topik yang baik dibagi menjadi 2 sisi yaitu bagi penulis pembaca. Di antaranya adalah :
Bagi Penulis :
Sesuai Bidang Keahlian
Sesuai Bidang Studi yang Didalami
Sesuai Pengalaman Penulis
Sesuai Profesi
Sesuai dengan Karakter Penulis
Berdasarkan Temuan yang Pernah Diteliti
Kualifikasi Pengalaman
Kemampuan Memenuhi Tuntutan Masyarakat
Kemampuan Memenuhi Target
Bagi Pembaca :
Sesuai Kebutuhan Pembaca
Memberi Ilmu
Sesuai Bidang
Sesuai Karir
Mepertajam Rasa Kemanusiaan
Sesuai Dengan Kebutuhan Informasi IPTEK
6. Perbedaan topik judul karangan.
Topik adalah suatu pokok dari sebuah pembicaraan atau sesuatu yang akan menjadi landasan dalam penulisan sebuah karangan.Sedangkan Judul Karangan adalah kepala karangan atau sesuatu yang digunakan untuk menandai sebuah karangan.
7. Syarat kalimat tesis adalah :
Berisi gabungan topik dan tujuan
Penekanan topik
Pembatasan ketepatan rumusan
Berupa kalimat SPO
Menggunakan kalimat khusus deotatif
Berupa kalimat positif bersifat pernyataan
Mengarahkan, mengembangkan mengendalikan penulisan
Dapat diukur dibuktikan
8. 1. Tesis : Pengolahan produksi pangan dari singkong dapat diolah kembali dan dikembangkan agar dapat menghasilkan suatu jenis pangan baru yang dapat dijadikan pangan utama di dalam negeri.
2. Topik : Meningkatkan penjual di pasar Internasional dengan melakukan efiesiensi sumber daya ekenomi.
Tujuan : Membuktikan bahwa melakukan efisiensi sumber daya ekonomi dapat menghasilkan produk sepatu tangguh yang diminati oleh pasar Internasional.
9. Topik : Penerapan Sistem Pakar untuk Menganalisa Kesehatan Janin
Tujuan : Membuktikan bahwa mencari menganalisa kesehatan janin seorang ibu hamil dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pakar / sistem informasi tanpa harus berkonsultasi dengan seorang Dokter Kandungan atau Bidan.
Tesis : Pemanfaatan teknologi masa kini yang terus berkembang dengan cara melakukan pengembangan sistem informasi dan penerapan sistem pakar di berbagai macam bidang dapat membantu meningkatkan kualitas dari suatu keahlian seseorang dan bahkan dapat dilakukan tanpa seorang ahli tersebut.
10. Kerangka karangan yang digunakan dalam topik pada no. 9
I. Pendahuluan
I.i. Latar Belakang Masalah
I.ii. Tujuan
I.iii. Batasan Masalah
II. Sistem Pakar
II.i. Definisi Sistem Pakar
II.ii. Keuntungan Sistem Pakar
III. Kehamilan
III.i. Definisi Kehamilan & Tanda-Tanda Kehamilan
III.ii. Masalah Kehamilan
III.iii. Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
IV. Strategi Pelaksanaan
IV.i. Menyusun Strategi Awal
IV.ii. Menjalankan Strategi
IV.iii. Penerapan
IV.iv. Evaluasi Penerapan
IV.v. Sosialisasi
V. Penutup
V.i. Kesimpulan dan Saran
11. Under Investigation
12. Under Investigation
13. Under Investigation
Tidak ada komentar:
Posting Komentar