Minggu, 21 Desember 2014

Bahasa Indonesia - RESENSI



Judul Buku : Buku Pertama Belajar Pemrograman Java Untuk Pemula
Penulis : Abdul Kadir
Penerbit : Mediakom
Tahun & Kota Terbit : 2014, Yogyakarta
Resensi :
Berbicara tentang software/aplikasi dan system berbasis komputer tentu tidak dapat dipisahkan dari komponen yang membentuknya, yakni bahasa pemprogaman. Java sendiri merupakan bahasa pemprogaman yang sangat populer dan banyak sekali digunakan pada berbagai aplikasi dan system yang dapat anda jumpai setiap hari, seperti pada halaman web, aplikasi komputer video game, telepon genggam dan lainnya.

Dengan banyaknya aplikasi dan system yang menggunakan bahasa pemprogaman java, menimbulkan efek pada bertambahnya jumlah programmer yang ingin menguasai bahasa pemprogaman Java ini. Ditambah pula dengan kemudahan-kemudahan java yang berorientasi pada objek dan hanya menggunakan sedikit sintaks, membuat java menjadi pilihan pertama untuk belajar bahasa pemprogaman.

Buku ini membahas semua teknik pemrograman di dalam bahasa Java. Melalui buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal, memahami, mempraktekkan, dan mampu mengimplementasikan konsep-konsep yang diperlukan dalam pemrograman Java. Pembahasan dalam buku ini sederhana, yaitu dengan penguasaan elemen-elemen dasar program seperti: arsitektur program di dalam Java beserta dengan teknik pembuatan dan kompilasinya, tipe data, operator, struktur kontrol, dan sebagainya.
     
Buku ini cocok untuk siapa saja yang ingin mempelajari bahasa Java dari dasar. Semua materi dalam buku ini disuguhkan dalam “logat” tutorial dan langsung disertai dengan contoh program sehingga akan mudah untuk dipahami. Tujuan akhir dari buku ini adalah mengantarkan, menuntun, dan memandu Anda untuk menjadi seorang programmer Java. 


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Judul Buku : Buku Pintar VB.NET
Penulis : Herry Raditya Wibowo & Jubilee Enterprise
Penerbit : PT. Alex Media Komputindo
Tahun & Kota Terbit : 2014, Jakarta
Resensi :
VB.NET adalah salah satu bahasa pemrograman Komputer Tingkat Tinggi. Salah Satu bahasa Pemrograman yang Object Oriented Program(OOP) atau Pemrograman yang
berorientasi pada object. Kata “Visual” menunjukkan cara yang digunakan untuk membuat Graphical User Interface (GUI). VB.NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line..


VB.NET tampil dengan wajah yang sama sekali berbeda dalam hal kaidah pemrograman, terutama dengan fasilitas strong typing dan code safety. Di samping itu, sifat .NET Framework yang dirancang dengan nuansa OOP juga harus diikuti, sehingga VB.NET dapat dikatakan sebagi full OOP programming. Hal tersebut mungkin bukanlah barang baru bagi anda pemakai Java atau C, tetapi merupakan hal baru bagi kebanyakan programmer VB6. Dengan demikian, mempelajari VB.NET berarti meningkatkan skill veteran VB klasik, sejajar pemrogram berbasis OOP lainnya.

Buku ini membahas tentang tip & trik VB.NET. Buku ini juga menjelaskan Pemanfaatan Aplikasi VB.NET yang sering digunakan untuk Sistem Aplikasi Bisnis, Software Aplikasi SMS, Software Aplikasi Chatting, Permainan (Game), dan lain-lain. Melalui buku ini anda akan diajarkan untuk mengenal, mempraktekan, dan mengimplementasikan   aplikasi menggunakan VB.NET. Buku ini ditujukan untuk orang yang ingin belajar mengenai VB.NET dan cocok untuk mahasiswa yang sedang mempelajari bahasa pemrograman ini.
 

Sabtu, 08 November 2014

Bahasa Indonesia - Perencanaan Karangan


BAHASA INDONESIA

PERENCANAAN KARANGAN

 

III. SOAL URAIAN (REVIEW)

1.Topik : Penerapan Sistem Pakar untuk Menganalisa Kesehatan Janin

2. Tujuan & Tesis
Tujuan : Membuktikan bahwa menganalisa kesehatan janin seorang ibu hamil dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pakar / sistem informasi tanpa harus berkonsultasi dengan seorang Dokter Kandungan atau Bidan.

Tesis : Pemanfaatan teknologi masa kini yang terus berkembang dengan cara melakukan pengembangan sistem informasi dan penerapan sistem pakar di berbagai macam bidang dapat membantu meningkatkan kualitas dari suatu keahlian seseorang dan bahkan dapat dilakukan tanpa seorang ahli tersebut.

3. Kerangka Karangan yang digunakan sebagai berikut :

I. Pendahuluan
   I.i. Latar Belakang Masalah
   I.ii. Tujuan
   I.iii. Batasan Masalah
II. Sistem Pakar
   II.i. Definisi Sistem Pakar
   II.ii. Keuntungan Sistem Pakar
III. Kehamilan
   III.i. Definisi Kehamilan & Tanda-Tanda Kehamilan
   III.ii. Masalah Kehamilan
   III.iii. Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
IV. Strategi Pelaksanaan
   IV.i. Menyusun Strategi Awal
   IV.ii. Menjalankan Strategi
   IV.iii. Penerapan
   IV.iv. Evaluasi Penerapan
   IV.v. Sosialisasi
V. Penutup
   V.i. Kesimpulan dan Saran

4. Latar Belakang
   Kemajuan teknologi saat ini berkembang begitu pesat. Hampir seluruh manusia di dunia ini memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, dan tak sedikit pula manusia yang mengembangkan teknologinya sendiri untuk meningkatkan kinerja dari teknologi yang dibuatnya. Salah satu manfaat perkembangan teknologi saat ini adalah digunakannya sistem komputer di berbagai bidang atau yang biasa disebut system pakar.
   Sistem pakar adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi.Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik.
   Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal, tetapi perlu perawatan khusus agar ibu dan janin dalam keaadaan sehat. Karena kehamilan yang normal pun mempunyai resiko kehamilan, namun tidak secara langsung meningkatkan resiko kematian ibu (dinkes, 2004). Tingginya angka kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor sepertinya rendahnya kesadaran ibu untuk memeriksakan kehamilan dan penyakit bawaan yang diderita ibu hamil.
  Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) di hitung dari hari pertama haid terakhir (Saifuddin, 2002). Kehamilan merupakan keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologi yang mengancam keadaan ibu dan janin (Prawirohardjo, 2006).
   Umumnya kehamilan berkembang normal dan menghasilkan kelahiran bayi cukup bulan dan sehat melalui jalan lahir, namun ini kadang tidak sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, pelayanan antenal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendeteksi kesehatan ibu hamil sehingga dapat menurunkan kematian maternal dan neonatal (Meilani, et al., 2009).

5. Masalah
Masalah yang dihadapai dalam penerapan sistem pakar untuk menganalisa kesehatan janin ini adalah akan banyaknya error sistem yang terjadi saat pengambilan keputusan dikarenakan perbedaan kondisi dari setiap pasien/ibu hamil. Dan mahalnya biaya yang akan dikeluarkan untuk pemasangan sistem pakar ini, serta kurangnya pengetahuan pasien/ibu hamil tentang sistem pakar ini sehingga diperlukannnya sosialisasi berkali-kali.

6. Tujuan
Tujuan penerapan sistem pakar ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kegunaan sistem pakar yang dapat digunakan di berbagai bidang. Kemudian membantu dalam menghasilkan sebuah keputusan berupa analisa sebuah penyakit. Dan membantu tugas para Dokter Kandungan atau Bidan.

7. Pembatasan Masalah
- Sistem Pakar yang diterapkan untuk menganalisa kesehatan janin.
- Sistem pakar yang diterapkan hanya untuk sarana konsultasi seorang ibu hamil.
- Sistem pakar yang diterapkan untuk menggantikan seorang Dokter Kandungan atau Bidan.

8. Untuk mendapatakan, mengumpulkan, dan mengolah data, penulis melakukan interview kepada beberapa Dokter Kandungan dan Bidan, melakukan sosiometri kepada beberapa ibu hamil dan melakukan studi pustaka dengan cara membaca buku buku pengetahuan.

9. Topik yang penulis buat tersidiri dari 2 variabel topic yaitu : Sistem Pakar dan Kesehatan Janin,. Untuk mengendalikan topik tersebut adalah dengan cara menyatukan 2 variabel topik tersebut dan melakukan pembahasan yang terkait dengan hubungan kedua topik tersebut.

10. Menyusun seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal dalam penulisan karangan.

11.1. Mencari Ide
     2. Menentukan Topik
     3. Merumuskan Masalah
     4. Menulis Karangan

II. MENJAWAB PERTANYAAN DARI PARAGRAF


1. Bacaan paragraf tersebut berupa Laporan (A) Kualitatif.
2. Laporan dari paragraf terasebut disusun secara (B) Deduktif.
3. Laporan dari paragraph tersebut berisi (C) Perencanaan.
4. Laporan dari paragraph tersebut menggunakan bahasa laporan (C) Logis.
5. Baacaan paragraph tersebut menggunakan pendekatan pembahasan (A) Komunikatif.


I. MENJAWAB PERTANYAAN BERDASARKAN SOAL


1. Bacaan tersebut menggunakan ragam bahasa jenis (D) berita.
2. Bacaan tersebut menggunakan topic (A) penyimpangan sampel.
3. Kalimat kedua dari bacaan tersebut menyatakan bahwa terjadi (A) perbedaan sampel besar dan sampel kecil.
4. Kata sampel sebaiknya ditulis (C) sampel.
5. Dari kalimat kelima bacaan tersebut mengandung kata "untuk sampel - sampel kecil" yang merupakan (C) subyek.
6. Topik suatu karangan tidak (D) harus menarik untuk ditulis / dibaca.
7. Salah satu contoh topik yang baik untuk studi pengetahuan akuntansi adalah (C) "Sistem Keuangan Global" .
8. Contoh kalimat tesis yang baik misalnya (B) "Penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara positif terhadap pengembangan sistem kerja".
9. Kalimat tesis yang baik tidak perlu (D) menggunakan kata konotasi.
10.Contoh perumusan masalah karangan ilmiah menuntut adanya analisis adalah (C) “Adakah hubungan sistem kerja terhadap efisiensi produksi?”.
11. Salah satu kata yang dapat menyatakan tujuan penelitian adalah (A) "membuktikan".


TUGAS MANDIRI


1. Hakikat perencanaan karangan adalah proses awal dalam perancangan karangan yang akan dibuat sampai dengan akhir penulisan. Baik itu bentuk kerangka karangannya ataupun isi dari karangannya itu sendiri.

2. Mengarang merupakan proses kreatif karena dalam proses pembuatan karangannya membutuhkan ide ide atau pembahasan yang menarik sehingga pembacanya dapat dengan mudah memahami isi dari karangan tersebut.

3. Jenis - jenis karangan ilmiah adalah :
Karangan Informatif
Karangan Rekomendasi
Karangan Analisis
Karangan Kelayakan

4. Tahapan penyusunan karangan adalah :
Prapenulisan
Penulisan
Penyuntingan
Penulisan naskah yang sudah sempurna
Presentasi

5. Syarat topik yang baik dibagi menjadi 2 sisi yaitu bagi penulis pembaca. Di antaranya adalah :

Bagi Penulis :

Sesuai Bidang Keahlian
Sesuai Bidang Studi yang Didalami
Sesuai Pengalaman Penulis
Sesuai Profesi
Sesuai dengan Karakter Penulis
Berdasarkan Temuan yang Pernah Diteliti
Kualifikasi Pengalaman
Kemampuan Memenuhi Tuntutan Masyarakat
Kemampuan Memenuhi Target

Bagi Pembaca :

Sesuai Kebutuhan Pembaca
Memberi Ilmu
Sesuai Bidang
Sesuai Karir
Mepertajam Rasa Kemanusiaan
Sesuai Dengan Kebutuhan Informasi IPTEK


6. Perbedaan topik judul karangan.
Topik adalah suatu pokok dari sebuah pembicaraan atau sesuatu yang akan menjadi landasan dalam penulisan sebuah karangan.Sedangkan Judul Karangan adalah kepala karangan atau sesuatu yang digunakan untuk menandai sebuah karangan.


7. Syarat kalimat tesis adalah :

Berisi gabungan topik dan tujuan
Penekanan topik
Pembatasan ketepatan rumusan
Berupa kalimat SPO
Menggunakan kalimat khusus deotatif
Berupa kalimat positif bersifat pernyataan
Mengarahkan, mengembangkan mengendalikan penulisan
Dapat diukur dibuktikan

8. 1. Tesis : Pengolahan produksi pangan dari singkong dapat diolah kembali dan dikembangkan agar dapat menghasilkan suatu jenis pangan baru yang dapat dijadikan pangan utama di dalam negeri.

2. Topik : Meningkatkan penjual di pasar Internasional dengan melakukan efiesiensi sumber daya ekenomi.
Tujuan : Membuktikan bahwa melakukan efisiensi sumber daya ekonomi dapat menghasilkan produk sepatu tangguh yang diminati oleh pasar Internasional.

9. Topik : Penerapan Sistem Pakar untuk Menganalisa Kesehatan Janin
Tujuan : Membuktikan bahwa mencari menganalisa kesehatan janin seorang ibu hamil dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pakar / sistem informasi tanpa harus berkonsultasi dengan seorang Dokter Kandungan atau Bidan.
Tesis : Pemanfaatan teknologi masa kini yang terus berkembang dengan cara melakukan pengembangan sistem informasi dan penerapan sistem pakar di berbagai macam bidang dapat membantu meningkatkan kualitas dari suatu keahlian seseorang dan bahkan dapat dilakukan tanpa seorang ahli tersebut.

10. Kerangka karangan yang digunakan dalam topik pada no. 9
I. Pendahuluan
   I.i. Latar Belakang Masalah
   I.ii. Tujuan
   I.iii. Batasan Masalah
II. Sistem Pakar
   II.i. Definisi Sistem Pakar
   II.ii. Keuntungan Sistem Pakar
III. Kehamilan
   III.i. Definisi Kehamilan & Tanda-Tanda Kehamilan
   III.ii. Masalah Kehamilan
   III.iii. Kesehatan Ibu Hamil dan Janin
IV. Strategi Pelaksanaan
   IV.i. Menyusun Strategi Awal
   IV.ii. Menjalankan Strategi
   IV.iii. Penerapan
   IV.iv. Evaluasi Penerapan
   IV.v. Sosialisasi
V. Penutup
   V.i. Kesimpulan dan Saran

11. Under Investigation

12. Under Investigation

13. Under Investigation



Kamis, 09 Oktober 2014

Bahasa Indonesia - Penalaran Karangan


BAHASA INDONESIA

PENALARAN KARANGAN




10. Penyakit virus Ebola (EVD) atau Demam berdarah Ebola (EHF) ialah penyakit yang menyerang manusia disebabkan oleh virus Ebola.Virus ini baru sahaja dikenalpasti dan dianggap sebagai suatu virus penyakit yang amat berbahaya di dunia. Ebola mudah berjangkit dan boleh membawa maut. Dalam 50% - 90% kes jangkitan, penyakit ini mengakibatkan kematian, bergantung kepada jenis virus Ebola punca penyakit. Virus Ebola menyebabkan pesakit menjadi lemah, kekurangan air, lesu dan keliru. Tanda-tanda Ebola yang paling jelas merupakan pendarahan di seluruh tubuh dan di dalam badan. Kematian biasanya berlaku dalam masa 7 sehingga 16 hari disebabkan oleh kejutan dan kehilangan darah yang serius.Gejala-gejala biasanya bermula dari hari ke-dua hingga ke tiga minggu selepas dijangkiti virus, dengan demam, sakit tekak, sakit otot, dan sakit kepala. Kebiasaannya diikuti rasa loya, muntah-muntah, dan cirit-birit, juga kemerosotan fungsi hati dan buah pinggang. Pada ketika ini, sesetengah orang mula mengalami masalah pendarahan.Pada bulan Februari 2014, virus Ebola telah muncul di Guinea. Ini mewujudkan wabak virus Ebola pertama seumpamanya yang berlaku di wilayah tersebut. pada tanggal 28 Mac 2014, seramai 103 orang telah sah dikenal pasti dijangkiti oleh virus dan 66 orang mangsa telah disanhkan meninggal dunia di Guinea, manakala 8 kes di Liberia termasuk 6 kematian, 6 pesakit di Sierra Leone termasuk 5 kematian. Penyiasatan masih diteruskan sehingga sekarang. Wabak yang berlaku dengan pantas di ibu negara Guinea, Conakry, adalah yang sangat merbahaya seumpamanya kerana strain virus Ebola ini di kenal pasti begitu cepat menyerang. Negara yang berpenduduk 2 juta orang itu sangat miskin, terlalu banyak lambakan setinggan dan kawasan fakir miskin. Sistem perkhidmatan perubatan ternyata sangat lemah sangat jauh jika dibandingkan dengan negara maju di Eropah yang lain.Virus tersebut mungkin dijangkiti melalui sentuhan dengan darah atau cecair badan binatang yang dijangkiti (kebiasaannya monyet atau keluang). Penyebaran melalui udara belum pernah didokumenkan dalam persekitaran semula jadi. Keluang dipercayai membawa dan menyebarkan virus tersebut tanpa dijangkiti. Apabila jangkitan manusia berlaku, penyakit ini boleh merebak di kalangan manusia. Penakat lelaki mungkin boleh menyebarkan penyakit melalui air mani selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit-penyakit lain yang mempunyai gejala yang serupa seperti malaria, taun dan lain-lain demam berdarah viral terlebih dahulu dikecualikan. Untuk mengesahkan diagnosis sampel darah diuji untuk antibodi viral, RNA viral, atau virus itu sendiri. Pencegahan termasuklah mengurangkan penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang dijangkiti kepada manusia. Ini boleh dilakukan dengan memeriksa haiwan itu bagi jangkitan dan membunuh serta melupuskan bangkai-bangkai dengan betul jika wabak tersebut ditemui. Memasak daging semasaknya dan memakai pakaian perlindungan apabila mengendalikan daging juga dapat membantu, seperti memakai pakaian perlindungan dan mencuci tangan apabila berada di sekitar orang yang menghidapi penyakit tersebut. Sampel cecair badan dan tisu penghidap penyakit Ebola perlu ditangani dengan amat berhati-hati. Tiada rawatan khusus untuk penyakit Ebola; usaha untuk membantu orang-orang yang dijangkiti termasuklah sama ada dengan memberi terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan masin untuk diminum) atau cecair intravena. Penyakit ini mempunyai kadar kematian yang tinggi: biasanya membunuh antara 50% dan 90% orang yang dijangkiti virus ini. EVD pada mulanya dikesan di Sudan dan Republik Demokratik Congo. Penyakit ini biasanya berlaku menerusi penularan wabak di kawasan tropika di selatan Gurun Sahara di Afrika. Bermula dari tahun 1976 (apabila ia mula-mula dikenal pasti) sehingga 2013, kurang daripada 1,000 orang telah dijangkiti setiap tahun. Wabak terbesar sehingga kini yang berterusan ialah penularan wabak Ebola Afrika Barat 2014, yang menjejaskan Guinea, Sierra Leone, Liberia dan kemungkinan Nigeria. Sehingga Ogos 2014 lebih daripada 1600 kes telah dikenal pasti. Usaha masih berterusan untuk membangunkan vaksin; walau bagaimanapun, masih belum berhasil.

Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Penyakit_virus_Ebola

9. Pada tanggal 26 Desember 2004 Indonesia berduka, bencana gempa dan tsunami menghampiri Provinsi NAD. Gempa berkekuatan 9.1 SR di Samudra Hindia tepatnya 160 km sebelah barat aceh mengakibatkan jutaan liter air laut tumpah ke daratan provinsi Aceh hingga sampai ke pantai timur afrika. Bencana ini mngakibatkan kurang lebih 260.000 nyawa melayang dan 160.000 nyawa diantaranya adalah penduduk Aceh. Bancana gempa dan tsunami 2004 ini telah menjadi wake up call bagi bangsa Indonesia untuk mengerti arti penting bencana. Bahwa bencana menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia.

8. Jaringan Indosat putus 24 jam, pelanggan kecewa. Jaringan Indosat yang putus disebabkan oleh putusnya kabel fiber optic Indosat yang terkena  pengeboran paku bumi. Indosat merugi hingga1 Miliyar lebih. Dan banyak pelanggan yang kecewa akibat putusnya jaringan Indosat ini. Pihak Indosat sudah mengirim teknikalnya untuk melakukan perbaikan jaringan dengan menyambung kembali kabel fiber optic yang putus. Indosat yang kini telah menjadi anak perusahaan asal Qatar yaitu Ooredoo Asia Pte. Ltd itu berprinsip akan selalu memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya.

7. Manchester United krisis pemain belakang/bek. Klub yang dijuluki The Red Devils ini sedang dihantui badai cedera yang menghampiri para pemainnya, khususnya pada pemain berposisi bek. Beberapa pemain harus absen beberapa pertandingan karena cedera yang lumayan parah. Sejauh ini Mancherster United sudah kebobolan 10 kali dari 7 pertandingan yang dilakoninya dan menjadi klub dengan pertahanan terburuk.

Agar klub ini tetap bisa bertanding dengan baik Louis Van Gaal selaku manajer Manchester United harus memutar otak menyusun strategi dan pemainnya. Louis Van Gaal harus memperbaiki lini belakang klub yang masih ‘keropos’. Louis Van Gaal harus merubah strategi 3-5-2 nya tersebut karena krisis pemain belakang. Louis Van Gaal harus memakai strategi 4-3-3 atau 4-4-2 dengan kelemahan pemain gelandang harus lebih bermain kebelakang.

Jika strategi yang digunakan Van Gaal tidak dirubah, maka kemungkinan untuk lawan mencatatkan skor ke gawang Manchester United semakin besar. Dan dengan sangat terpaksa klub ini harus ikhlas dengan kekalahan yang mungkin terjadi.

6.


A. Jika tekad sudah bulat, Indonesia pasti dapat mengembangkan industry mobil dalam negeri. Contohnya Program mobnas paling terkenal milik PT Timor Putra Nasional milik Hutomo Mandala Putra yang didukung penuh oleh pemerintah Suharto melalui kebijakan resmi (Keppres dan inpres). Model pertama adalah Timor S515 yang merupakan Kia Sephia 1995. Rencana untuk mengembangkan mobil asli Indonesia diwujudkan dalam program Timor S2. Timor telah menyiapkan sendiri rancangan Mobnas generasi kedua yang dirancang oleh rumah desain Zagato Italia, Sayangnya langkah itu terhenti juga akibat Krisis Moneter 1998 dan kejatuhan Pemrintahan Suharto.
B. Setiap orang berakhlak pasti antikorupsi. Korupsi merupakan tindakan yang merugikan, korupsi mengambil banyak hak orang lain. Di Cina seorang pejabat yang melakukan korupsi akan dihukum mati. Hukuman mati seperti itu adalah bukti nyata kesungguhan Negara Cina untuk memberantas korupsi dan mengkampanyekan antikorupsi.

5. Yamaha V-Ixion telah menjadi motor sport idaman para bikers Indonesia. Motor ini didesain dengan volume silinder 150cc dengan daya maksimal 8500rpm. Motor ini memakai sistem transmisi return manual dengan 5 speed. Motor ini menggunakan sistem pengereman cakram pada roda depan dan tromol di roda belakang yang pasti safety untuk pengendara. Semua biker di Indonesia atau di Dunia akan memilih menggunakan motor yang nyaman dan safety.

4. Jenis Proposisi
Kalimat pertama merupakan proposisi kategoris
Kalimat kedua merupakan proposisi empirik
Kalimat ketiga merupakan proposisi empirik
Kalimat keempat merupakan proposisi kategoris
Kalimat kelima merupakan proposisi empirik
Tidak ada kalimat keenam
Kalimat ketujuh merupakan proposisi hipotetik
Kalimat kedelapan merupakan proposisi kategoris
Kalimat kesembilan merupakan proposisi kategoris
Kalimat kesepuluh merupakan proposisi hipotesis
Penalaran yang digunakan : Penalaran yang digunakan adalah penalaran kualitatif deduktif, karena dalam paragraph terdapat pembahasan mengenai kualifikasi suatu produk.
Pembuktian : Berdasarka fakta pada artikel, 350Zmenyandang mesin berkapasitas 3,5 liter, 6 silinder dalam konfigurasi V(V6), 24 katup per silinder CVVT, yang menghasilkan daya mksimal 287 PK dan torsi maksimum 363 Nm pada 4.200 rpm. Serta pada kalimat lima, kecepatan 100 kilometer per jam dari posisiti berhenti dicapai dalam waktu 6 detik.
Hasil Pembahasan : Hasil pembahasan dari artikel adalah Nisan 350Z mempunyai kekuatan mesin yang besar, nyaman, mewah serta memberikan kesan perkasa.
Jenis Kesimpulan : Jenis kesimpulan artikel tersebut adalah implikasi, karena diambil berdasarkan fakta yang telah di jelaskan.
Kesimpulan : Kesimpulannya Mobil tersebut merupakan mobil tangguh yang sangat direkomendasikan.

3. Menentukan Jenis Proposisi

  1. Jumlah sudut segi empat yaitu 360 derajat = Proposisi Mutlak
  2. Suhu badan orang sehat yaitu 36 derajat = Proposisi Empirik
  3. Volume benda adalah sebesar cairan yang dipindahkan = Proposisi Mutlak
  4. Manusia adalah makhluk yang berakal budi = Proposisi Mutlak
  5. Semua makhluk bernyawa akan merasakan mati = Proposisi Positif Universal
  6. Jika volume penjualan X meningkat, laba usaha akan meningkat = Proposisi Hipotetik
  7. Industri mobil nasional dapat berkembang jika pemerintah mengarahkan dan mengendalikannya = Proposisi Hipotetik
  8. Sebagian orang memilih kehidupan di dunia sebagai tujuan akhirnya = Proposisi Positif Parsial
  9. Sebagian orang tidak bekerja pada malam hari = Proposisi Negatig Parsial
  10. Tidak sedikitpun orang makan daging kucing = Proposisi Negatif Universal

2. Unsur-unsur yang membentuk sebuah penalaran

- Topik                                     - Permasalahan
- Dasar pemikiran                    - Variabel
- Proposisi                               - Analaisis
- Proses Berpikir                      - Pembuktian
- Logika                                   - Hasil
- Sistematika                           - Kesimpulan


1. Pengetian Penalaran Karangan

Penalaran karangan adalah proses menganalisa suatu masalah dengan cara yang logis dan sistematis sehingga menghasilkan kesimpulan yang berupa pengetahuan baru.

Minggu, 04 Mei 2014

Budaya, Kreativitas dan Inovasi



BAB I
Pendahuluan
Mendefinisikan budaya sebagai perangkat mekanisme menciptakan silang individu prilaku konsistensi. Dalam hal ini budaya didefinisikan sebagai nilai nilai informal norma, dan keyakinanyang mengontrol bagaimana individu dan kelompok dalam suatu organisasi berinteraksi satu sama lain dan dengan orang orang di luar organisasi. Kedua pendekatan ini relevan dengan pengertian budaya. Hal ini penting untuk mengetahui tentang jenis budaya perilaku memiliki dampak terbesar dan bagaimana budaya bekerja untuk mengontrol perilaku anggota organisasi.

BAB II
Teori
  1. Pengertian dan Fungsi Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Budaya organisasi sebagai istilah deskriptif
Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu sikap deskriptif, bukan seperti kepuasan kerja yang lebih bersifat evaluatif.
Penelitian mengenai budaya organisasi berupaya mengukur bagaimana karyawan memandang organisasi mereka:
    Apakah mendorong kerja tim?
    Apakah menghargai inovasi?
    Apakah menekan inisiatif?
Sebaliknya, kepuasan kerja berusaha mengukur respons afektif terhadap lingkungan kerja, seperti bagaimana karyawan merasakan ekspektasi organisasi, praktik-praktik imbalan, dan sebagainya.
Asal muasal budaya organisasi
Ingvar Kamprad, pendiri IKEA. Sumber dari budaya organisasi yang tumbuh di IKEA adalah pendirinya.
Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa lalu. Hal ini mengarah pada sumber tertinggi budaya sebuah organisasi: para pendirinya.
Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar terhadap budaya awal organisasi tersebut. Pendiri organisasi tidak memiliki kendala karena kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Ukuran kecil yang biasanya mencirikan organisasi baru lebih jauh memudahkan pendiri memaksakan visi mereka pada seluruh anggota organisasi. Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka. Kedua, pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan. Terakhir, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan, dengan demikian, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut. Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi.
Karakteristik budaya organisasi
Penelitian menunjukkan bahwa ada tujuh karakteristik utama yang, secara keseluruhan, merupakan hakikat budaya organisasi.
    Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko.
    Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, d perhatian pada hal-hal detail.
    Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
    Orientasi orang. Sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi.
    Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja di organisasi pada tim ketimbang pada indvidu-individu.
    Keagresifan. Sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
    Stabilitas. Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
Nilai dominan dan subbudaya organisasi
Budaya organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi atau dengan kata lain, budaya adalah sebuah sistem makna bersama. Karena itu, harapan yang dibangun dari sini adalah bahwa individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatan yang tidak sama dalam organisasi akan memahami budaya organisasi dengan pengertian yang serupa.
Sebagian besar organisasi memiliki budaya dominan dan banyak subbudaya. Sebuah budaya dominan mengungkapkan nilai-nilai inti yang dimiliki bersama oleh mayoritas anggota organisasi. Ketika berbicara tentang budaya sebuah organisasi, hal tersebut merujuk pada budaya dominannya, jadi inilah pandangan makro terhadap budaya yang memberikan kepribadian tersendiri dalam organisasi. Subbudaya cenderung berkembang di dalam organisasi besar untuk merefleksikan masalah, situasi, atau pengalaman yang sama yang dihadapi para anggota. Subbudaya mencakup nilai-nilai inti dari budaya dominan ditambah nilai-nilai tambahan yang unik.
Jika organisasi tidak memiliki budaya dominan dan hanya tersusun atas banyak subbudaya, nilai budaya organisasi sebagai sebuah variabel independen akan berkurang secara signifikan karena tidak akan ada keseragaman penafsiran mengenai apa yang merupakan perilaku semestinya dan perilaku yang tidak semestinya. Aspek makna bersama dari budaya inilah yang menjadikannya sebagai alat potensial untuk menuntun dan membentuk perilaku. Itulah yang memungkinkan seseorang untuk mengatakan, misalnya, bahwa budaya Microsoft menghargai keagresifan dan pengambilan risiko dan selanjutnya menggunakan informasi tersebut untuk lebih memahami perilaku dari para eksekutif dan karyawan Microsoft. Tetapi, kenyataan yang tidak dapat diabaikan adalah banyak organisasi juga memiliki berbagai subbudaya yang bisa memengaruhi perilaku anggotanya.
Pengaruh budaya
Fungsi-fungsi budaya
Budaya memiliki sejumlah fungsi dalam organisasi.
– Batas
Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.
– Identitas
Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.
– Komitmen
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
– Stabilitas
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.

  1. Tipologi Budaya Organisasi
Ada beberapa tipologi budaya organisasi. Kotter dan Heskett (1998) mengkategorisasi jenis budaya organisasi menjadi tiga yaitu budaya kuat dan budaya lemah; budaya yang memiliki kecocokan strategik; dan budaya adaptif. Organisasi yang berbudaya kuat biasanya dapat dilihat oleh orang luar sebagai memilih suatu gaya tertentu. Dalam budaya organisasi yang kuat ini nilai-nilai yang dianut bersama itu dikonstruksi ke dalam semacam pernyataan misi dan secara serius mendorong para manajer untuk mengikutinya. Karena akar-akarnya sudah mendalam, gaya dan nilai budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun ada pergantian pimpinan.
Sejalan dengan itu, Robbins (1990) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan budaya yang kuat adalah budaya di mana nilai-nilai inti dipegang secara intensif dan dianut bersama secara meluas. Makin banyak anggota yang menerima nilai-nilai inti dan makin besar komitmen mereka pada nilai-nilai itu, maka makin kuat pula budaya tersebut. Sebaliknya organisasi yang berbudaya lemah, nilai-nilai yang dianut tidak begitu kuat sehingga jatidiri organisasi tidak begitu menonjol dan kemungkinan besar nilai-nilai yang dianut pun berubah setiap pergantian pimpinan atau sesuai dengan kebijakan pimpinan yang baru.
Jenis budaya yang cocok secara strategik memiliki perspektif yang menegaskan tidak ada resep umum untuk menyatakan seperti apa hakikat budaya yang baik itu, hanya apabila “cocok” dengan konteksnya. Konteks itu dapat berupa kondisi objektif dari organisasinya, segmen usahanya yang dispesifikasi oleh strategi organisasi atau strategi bisnisnya sendiri. Konsep kecocokan sangat bermanfaat khususnya dalam menjelaskan perbedaanperbedaan kinerja jangka pendek dan menengah. Esensi konsepnya mengatakan bahwa suatu budaya yang seragam tidak akan berfungsi. Oleh karena itu, beberapa variasi dibutuhkan untuk mencocokan tuntutan-tuntutan spesifik dari bisnis-bisnis yang berbeda itu.
Budaya adaptif didasari pemikiran bahwa organisasi merupakan sistem terbuka dan dinamis yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Untuk dapat meraih sukses dalam lingkungan yang senantiasa berubah, organisasi harus tanggap terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, dapat membaca kecenderungan-kecenderungan penting dan melakukan penyesuaian secara cepat. Budaya organisasi adaptif memungkinkan organisasi mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi tanpa harus berbenturan dengan perubahan itu sendiri.
Selanjutnya, Luthans (1992) memaparkan karakteristik budaya organisasi sebagai berikut:
  1. Peraturan-peraturan perilaku yang harus dipenuhi 
  2. Norma-norma 
  3. Nilai-nilai yang dominan 
  4. Filosofi 
  5. Aturan-aturan 
  6. Iklim organisasi.
Semua karakteristik budaya organisasi tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, dalam arti bahwa unsur-unsur tersebut mencerminkan budaya yang berlaku dalam suatu jenis organisasi, baik yang berorientasi pada pelayanan jasa maupun organisasi yang menghasilkan produk barang.
Robbins (1990) mengemukakan 10 karakteristik budaya organisasi, yaitu:
  1. Inisiatif individu 
  2. Toleransi terhadap risiko 
  3. Pengarahan 
  4. Integrasi 
  5. Dukungan manajemen 
  6. Pengawasan 
  7. Identitas 
  8. Sistem penghargaan 
  9. Toleransi terhadap konflik 
  10. Pola komunikasi.
Inisiatif individual adalah seberapa jauh inisiatif seseorang dikehendaki dalam perusahaan. Hal ini meliputi tanggung jawab, kebebasan dan independensi dari masing-masing anggota organisasi, dalam artian seberapa besar seseorang diberi wewenang dalam melaksanakan tugasnya, seberapa berat tanggung jawab yang harus dipikul sesuai dengan kewenangannya dan seberapa luas kebebasan mengambil keputusan.
Toleransi terhadap risiko, menggambarkan seberapa jauh sumber daya manusia didorong untuk lebih agresif, inovatif dan mau menghadapi risiko dalam pekerjaannya. Pengarahan, hal ini berkenaan dengan kejelasan sebuah organisasi dalam menentukan objek dan harapan terhadap sumber daya manusia terhadap hasil kerjanya. Harapan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kuantitas, kualitas dan waktu.
Integrasi adalah seberapa jauh keterkaitan dan kerja sama yang ditekankan dalam melaksanakan tugas dari masing-masing unit di dalam suatu organisasi dengan koordinasi yang baik. Dukungan manajemen, dalam hal ini seberapa jauh para manajer memberikan komunikasi yang jelas, bantuan, dan dukungan terhadap bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.
Pengawasan, meliputi peraturan-peraturan dan supervisi langsung yang digunakan untuk melihat secara keseluruhan dari perilaku karyawan. Identitas, menggambarkan pemahaman anggota organisasi yang loyal kepada organisasi secara penuh dan seberapa jauh loyalitas karyawan tersebut terhadap organisasi.
Sistem penghargaan pun akan dilihat dalam budaya organisasi, dalam arti pengalokasian “reward” (kenaikan gaji, promosi) berdasarkan kriteria hasil kerja karyawan yang telah ditentukan. Toleransi terhadap konflik, menggambarkan sejauhmana usaha untuk mendorong karyawan agar bersikap kritis terhadap konflik yang terjadi. Karakteristik yang terakhir adalah pola komunikasi, yang terbatas pada hierarki formal dari setiap perusahaan.
  1. Kreatifitas individu dan team Proses inovasi
Inisiatif individual adalah seberapa jauh inisiatif seseorang dikehendaki dalam perusahaan. Hal ini meliputi tanggung jawab, kebebasan dan independensi dari masing-masing anggota organisasi, dalam artian seberapa besar seseorang diberi wewenang dalam melaksanakan tugasnya, seberapa berat tanggung jawab yang harus dipikul sesuai dengan kewenangannya dan seberapa luas kebebasan mengambil keputusan.
Toleransi terhadap risiko, menggambarkan seberapa jauh sumber daya manusia didorong untuk lebih agresif, inovatif dan mau menghadapi risiko dalam pekerjaannya. Pengarahan, hal ini berkenaan dengan kejelasan sebuah organisasi dalam menentukan objek dan harapan terhadap sumber daya manusia terhadap hasil kerjanya. Harapan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kuantitas, kualitas dan waktu.
Integrasi adalah seberapa jauh keterkaitan dan kerja sama yang ditekankan dalam melaksanakan tugas dari masing-masing unit di dalam suatu organisasi dengan koordinasi yang baik. Dukungan manajemen, dalam hal ini seberapa jauh para manajer memberikan komunikasi yang jelas, bantuan, dan dukungan terhadap bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.
Pengawasan, meliputi peraturan-peraturan dan supervisi langsung yang digunakan untuk melihat secara keseluruhan dari perilaku karyawan. Identitas, menggambarkan pemahaman anggota organisasi yang loyal kepada organisasi secara penuh dan seberapa jauh loyalitas karyawan tersebut terhadap organisasi.
Sistem penghargaan pun akan dilihat dalam budaya organisasi, dalam arti pengalokasian “reward” (kenaikan gaji, promosi) berdasarkan kriteria hasil kerja karyawan yang telah ditentukan. Toleransi terhadap konflik, menggambarkan sejauhmana usaha untuk mendorong karyawan agar bersikap kritis terhadap konflik yang terjadi. Karakteristik yang terakhir adalah pola komunikasi, yang terbatas pada hierarki formal dari setiap perusahaan.
Kreativitas dengan inovasi itu berbeda. Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Dalam praktek bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi  strategi,  taktik, dan eksekusi. Dalam  pitching  konsultansi atau agency, sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang  disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu tak  berdampak pada  perusahaan  karena  mandek di  tingkat  eksekusi.  Mengapa? Sebab, strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi  eksekusinya  harus  melibatkan  banyak orang, mulai  dari  atasan  hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda persepsi hingga ke sikap penentangan. 
Itu sebabnya, tak ada perusahaan yang mampu berinovasi  secara konsisten  tanpa  dukungan karyawan yang bisa  memenuhi  tuntutan persaingan. Hasil pengamatan kami menunjukkan, perusahaan-perusahaan  inovator sangat memperhatikan masalah  pelatihan  karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem reward untuk meng-create daya pegas inovasi.  Benih-benih inovasi akan tumbuh baik  pada  perusahaan-perusahaan  yang selalu menstimulasi karyawan, dan  mendorong  ke arah ide-ide bagus. Melalui program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi,  perusahaan terus berusaha untuk  mendemokratisasikan inovasi.
BAB III
Analisis
Budaya merupakan kebiasaan luhur yang dilakukan secara terus menerus. Dengan budaya yang dimiliki diharapkan organisasi berjalan sesuai visi yang ditentukan. Terdapat berbagai tipologi terkait budaya organisasi dan itu sangat dipengaruhi oleh orang penting dalam organisasi tersebut. Dalam penciptaan dan pengadaptasian budaya, tentunya harus dilakukan perubahan perubahan organisasi seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini namun terkait tujuan organisasi sehingga dibutuhkan kreativitas individu para anggotanya dan proses inovasinya.

BABIV
Referensi