Minggu, 24 November 2013

Perubahan dan Perkembangan Organisasi



BAB I
PENDAHULUAN
Lingkungan selalu berubah, berkembang mengikuti kemajuan dan menyesuaikan diri. Individu saling bersaing beradaptasi menjadi pribadi yang siap menyongsong perubahan dengan ciri dirinya sendiri, ada pula yang demi selamat atau yang lainnya tidak peduli terhadap apa perkembangan itu. Begitupun organisasi, namun dorongannya menjadi lebih kuat. Bisa saja datang dalam bentuk intervensi atau dukungan perubahan.

Semua itu disesuaikan agar organisasi bertahan dan mencapai tujuannya, latar belakang mendasar kenapa organisasi itu dibentuk. Tujuan tak selalu sama, seiring perubahan jaman organisasi harus memperbarui tujuannya dengan penyesuaian terhadap kondisi terbaru atau bahkan mengubahnya secara keseluruhan. Walaupun terlihat berbeda namun secara garis besar tujuannya tetap sama, jika tidak organisasi tersebut akan menghilang eksistensinya karena tak lagi memiliki tujuan yang riil.

BAB II
TEORI
Perubahan dalam organisasi senantiasa mengantipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu yang akan datang. Perubahan organisasi juga dimaksudkan untuk mengikuti perubahan perkembangan jaman dan tata kemasyarakatan agar organisasi tersebut dapat menyatu dengan mayarakat. Banyak cara dalam penanganan perubahan ini yaitu dengan cara melakukan konsep perubahan reaktif dan yang kedua program perubahan yang direncanakan. Pada konsep tersebut tidak memerlukan biaya besar dan cukup sederhana serta dapat ditangani dengan cepat, dimana manajer akan memberikan reaksi setelah masalah terjadi.
Contoh : Undang-undang baru mensyaratkan perusahaan mempunyai perlindungan terhadap kebakaran dan disikapi oleh majader dengan membeli alat-alat kebakaran. Adapun pendekatan dengan cara proses produktifitas, Thomas dan bennis mendefinisikan perubahan yang direncanakan sebagai perencanaan dan implentasi inovasi struktual,kebijakan secAra sengaja.

Sumber penolakan terhadap perubahan yaitu :
   1. Ketidak pastian tentang akibat dan pengaruh perubahan.
   2. Ketidak pastian untuk melepaskan keuntungan-keuntungan yang ada
   3. Pengetahuan akan kelemahan-kelemahan dalam perubahan yang diusulkan.

Perkembangan organisasi adalah program yang berusaha meningkatkan efektifitas keorganisasian dengan mengintegrasikan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Alasan akan pentingnya perkembangan organisasi :
    1. Perubahan adalah pertanda kehidupan
    2. Perubahan memberikan harapan
    3. Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
    4. Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru

Metode pengembangan  organisasi :
    1. Metode penngembangan perilaku
    2. Metode pengembangan ketrampilan dan sikap


Pengemabangan Organisasi
Pengembangan Organisasi merupakan: Suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan. Salah satu teknik pengembangan Organisasi adalah Grid OD yang didasarkan atas kisi-kisi manajerial. R. Blake dan J. Mouton mengidentifikasikan berbagai kombinasi perhatian terhadap produk dan orang. Enam tahap yang perlu diperhatikan dari program Grid OD yaitu :
    1. Latihan
    2. Pengembangan tim
    3. Pengembangan antar kelompok
    4. Penetapan tujuan organisasi
    5. Pencapaian tujuan
    6.Stabilitas

French dan Bell menemukakan bahwa ”Pengembangan organisasi telah muncul dari ilmu pengetahuan keperilakuan terapan dan psikologi sosial dan dari usaha-usaha yang berurutan untuk menerapkan latihan laboratorium dan survei umpan balik ke dalam berbagai sistem total”.
Faktor Perubahan Organisasi

Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.

Faktor perubahan dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

  • Faktor internal
adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi.
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.

  • Faktor Eksternal :
          a. Politik
          b. Hukum
          c. Kebudayaan
          d. Teknologi
          e. Sumber daya alam
          f. Demografi
          g. Sosiologi

Pengertian Pengembangan
Pengembangan organisasi yaitu Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan terstuktur) suatu organisasi. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan struktur organisasi itu adaptif dengan lingkungan.
Dalam kenyataannya organisasi sering terjadi stagnan yang disebabkan ke-engganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan di anggap bisa menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi. oleh karena itu pengembangan organisasi itu harus dilakukan.

Faktor-faktor yang menyebabkan pengembangan komunikasi:
    1. Kekuatan eksternal
        a. Kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi
        b. Perkembangan IPTEK.
        c. Perubahan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir   bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.

    2. Kekuatan internal
        a. Struktur
        b. Sistem dan prosedur
        c. Perlengkapan dan fasilitas
        d.Proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui  perbaikan.
        e. Perubahan organisasi di lakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.

 Ciri-Ciri Pengembangan Organisasi
Strategi terencana Menekankan cara-cara baru m eningkatkan kinerja Mengandung nilai humanistik Menggunakan pendekatan komitmen Menggunakan pendekatan ilmiah.

BAB III
ANALISIS
Seiring berjalannya proses organisasi akan terjadi perubahan - perubahan baik dari dalam maupun luar organisasi tersebut. Faktor - faktor yang mendukung berubahnya dan berkembangnya organisasi itu pun dapat berbentuk intervensi atau malah dukungan. Apapun bentuknya diperlukan proses penyesuaian terhadap perubahan itu, metode - metode diperlukan agar organisasi tetap konsisten berjalan sambil melakukan penyesuaian terhadap perubahan itu.

BAB IV
REFERENSI
http://wiedwiputri.wordpress.com/2013/01/29/perubahan-dan-perkembangan-organisasi-4/

Minggu, 17 November 2013

Komunikasi dalam Organisasi



BAB I
PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk sosial, sifat alami manusia untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Dari situlah timbul komunikasi, tujuan interaksi menjadi luas tak sebatas pemenuhan naluri dasar namun juga penyampaian tujuan. Saling berinteraksi membentuk suatu badan dengan kesepahaman yang sama mengenai apa yang mereka tuju, organisasi. Lalu komunikasi timbul dalam kegiatan organisasi tersebut, setiap orang memiliki individu berbeda maka dalam penyamaan tujuan komunikasi dilakukan. Ide - ide muncul dan diajukan walaupun dalam praktiknya terjadi perbedaan kesepahaman.

BAB II
TEORI

A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. 

Dalam organisasi komunikasi sangat diperlukan, terdapat banyak individu di dalamnya maka komunikasi menjadi kunci terpenting. Tanpa adanya komunikasi dalam organisasi dapat terjadi beberapa gangguan bagi organisasi itu sendiri di antaranya ketidaksepahaman antar anggota, timbulnya perpecahan dan tidak terarahnya organisasi tersebut. Terdapat definisi komunikasi menurut beberapa ahli, di antaranya :

  • Komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas. (Everet M. Rogers)
  • Komunikasi organisasi adalah sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang. (Robert Bonnington)
  • Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok fomal maupun informal dari suatu organisasi. (Wiryanto)
Komunikasi dalam organisasi tak langsung terbentuk dengan sendirinya, diperlukan unsur - unsur penyebabnya. Unsur - unsur terjadinya komunikasi adalah :
  1. Sumber
  2. Saluran
  3. Pesan
  4. Penerima
  5. Timbal Balik
B. Penyampaian Ide dalam Komunikasi
Ide atau gagasan dalam organisasi merupakan salah satu hal yang dibutuhkan. Hal itu diperlukan untuk mengembangkan organisasi lebih baik. Menyalurkan ide melalui komunikasi bisa secara lisan maupun tulisan. Salah satu nya adalah dengan memberikan solusi yang tepat kepada orang lain yang membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah nya. Tahapan - tahapan menyalurkan ide melalui komunikasi :
·         Ide, perumusan oleh pemberi / penyampai / komunikan disampaikan dalam kata - kata.
·         Penyaluran (Transmitting), dilakukan secara lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat, dsb.
·         Tindakan, sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
·         Pengertian, setelah disampaikan oleh penyampai perumusannya lalu menjadi pemahaman bagi penerima ide tersebut.
·         Penerimaan, penangkap ide tersebut mengakui ide tersebut.
C. Hambatan Komunikasi
Komunikasi dilakukan oleh minimal dua individu, perbedaan apa saja bisa dimiliki kedua individu tersebut, lingkungan, pendidikan, kondisi fisik komunikan itu sendiri atau SARA misalnya saja dan hal itu bisa menghambat proses komunikasi. Hambatan - hambatan dalam komunikasi di antaranya adalah :

1. Hambatan dari Proses Komunikasi
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/simbol
  • Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.

4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.
D. Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi
1. Dari segi sifatnya :
     a. Komunikasi Lisan
          Komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara
     b. Komunukasi Tertulis
          Komunikasi melalui tulisan
     c. Komunikasi Verbal
          Komunikasi yang dibicarakan / diungkapkan
     d. Komunikasi Non Verbal
          Komunikasi yang tidak dibicarakan (tersirat)

2. Dari segi arahnya :
     a. Komunikasi ke Atas
          Komunikasi dari bawahan ke atasan
     b. Komunikasi ke Bawah
          Komunikasi dari atasan ke bawahan
     c. Komunikasi Horizontal
          Komunikasi ke sesama manusia / setingkat
     d. Komunikasi Satu Arah
          Pemberitahuan gempa melalui BMKG (tanpa ada timbal balik)
     e. Komunikasi Dua Arah
          Berbicara dengan adanya timbal balik / saling berkomunikasi

3. Menurut Lawannya :
     a. Komunikasi Satu Lawan Satu
          Berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
     b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (Kelompok)
‏          Berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok
     c. Kelompok Lawan Kelompok
          Berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain

4. Menurut Keresmiannya :
     a. Komunikasi Formal
          Komunikasi yang berlangsung resmi
     b. Komunikasi Informal
          Komunikasi yang tidak resmi

BAB III
ANALISIS

Komunikasi merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam berorganisasi, tanpa itu organisasi tidak akan berjalan dan bahkan tidak akan terbentuk. Komunikasi dilakukan tak lagi sebatas interaksi namun penyampaian ide atau gagasan demi kebaikkan organisasi tersebut. Organisasi memiliki berbagai individu yang membentuknya, setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda, baik secara lingkungan, pendidikkan, kepentingan dan bahkan SARA. Oleh karena itu merupakan hal lumrah akan terjadi hambatan dalam proses komunikasi terutama penyampaian ide. Hambatan tersebut tak lantas menjadi alasan berhentinya proses organisasi melainkan menjadi koreksi diri demi pencapaian tujuan organisasi yang lebih baik.

BAB IV
REFERENSI
  • www.id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
  • M. Rogers, Everet, Communication in Organization. New York: Gramedia, 2005.
  • Bonnington, Robert, Modern Business: A System Approach. New York: Gramedia, 2005.
  • Wiryanto, Komunikasi Organisasi. Jakarta: Gramedia, 2005.
  • www.beruangkaki5.blogspot.com/2012/06/komunikasi-dalam-organisasi.html

Proses Oraganisasi



BAB I
PENDAHULUAN

Kegiatan organisasi berjalan sesuai tujuan yang diinginkan, point - point dibuat agar kegiatan yang dilakukan efektif dan efisien. Hal itu diatur oleh mereka yang memiliki pengaruh, kekuasaan dan wewenang dalam organisasi tersebut. Tak selalu faktor internal yang mengaturnya, bahkan eksternal pun dapat mempengaruhi proses berjalannya organisasi tersebut dan bisa menjadi sangat krusial bagi organisasi itu sendiri. Maka itu proses pengambilan keputusan menjadi pertimbangan bagi mereka yang bertanggung jawab dalam penentuan arah atau metode organisasi tersebut dalam pencapaian tujuannya.

BAB II
TEORI

Proses Organisasi
Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.

Metode mempengaruhi
a.Kekuatan fisik
b.Penggunaan sanksi (positif/negatif)
c.Keahlian
d.Kharisma (daya tarik)

Daerah Pengaruh
Yaitu mencakup hubungan-hubungan antar:
a. Perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok

Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternatif.
Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

a. Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.
Selain itu, metode ini dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.

Namun, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidakpercayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok, daripada keputusan yang diambil secara individual.

b. Pendapat Ahli
Kadang-kadang seorang anggota organisasi oleh anggota lainnya diberi predikat sebagai ahli (expert), sehingga memungkinkannya memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk membuat keputusan. Metode pengambilan keputusan ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota organisasi yang dianggap ahli tersebut memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota lainnya.
Dalam banyak kasus, persoalan orang yang dianggap ahli tersebut bukanlah masalah yang sederhana, karena sangat sulit menentukan indikator yang dapat mengukur orang yang dianggap ahli (superior).

Ada yang berpendapat bahwa orang yang ahli adalah orang yang memiliki kualitas terbaik untuk membuat keputusan, namun sebaliknya tidak sedikit pula orang yang tidak setuju dengan ukuran tersebut. Karenanya, menentukan apakah seseorang dalam kelompok benar-benar ahli adalah persoalan yang rumit.

c. Kewenangan Setelah Diskusi
Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama. Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas.

Jadi, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.

Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi, akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.

d. Kesepakatan
Terjadi kalau semua anggota dari suatu organisasi mendukung keputusan yang diambil. Metode pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan, yakni partisipasi penuh dari seluruh anggota organisasi akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, sebaik seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut.

Selain itu metode konsensus sangat penting khususnya yang berhubungan dengan persoalan-persoalan yang kritis dan kompleks.

Kekurangan pada metode ini adalah dibutuhkannya waktu yang relatif lebih banyak dan lebih lama, sehingga metode ini tidak cocok untuk digunakan dalam keadaan mendesak atau darurat.
Keempat metode pengambilan keputusan di atas, menurut Adler dan Rodman, tidak ada yang terbaik dalam arti tidak ada ukuran-ukuran yang menjelaskan bahwa satu metode lebih unggul dibandingkan metode pengambilan keputusan lainnya. Metode yang paling efektif yang dapat digunakan dalam situasi tertentu, bergantung pada faktor-faktor:
1. jumlah waktu yang ada dan dapat dimanfaatkan,
2. tingkat pentingnya keputusan yang akan diambil oleh kelompok, dan
3. kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh pemimpin kelompok dalam mengelola kegiatan pengambilan keputusan tersebut.

Konsep Pengambilan Keputusan, yaitu:
• Identifikasi dan diagnosis masalah
• Pengumpulan dan analisis data yang relevan
• Pengembangan dan evaluasi alternatif
• Pemilihan alternatif terbaik
• Implementasi keputusan dan evaluasi terhadap hasil -hasil.

Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
• Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
• Kepusan-keputusan pribadi dan strategi
• Keputusan-keputusan dasar dan rutin

Teknik Pengambilan Keputusan
• Teknik -teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
• Teknik -teknik Partisipatif
• Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal


BAB III
ANALISIS

Setiap kegiatan memiliki proses penyelesaiannya, baik individu maupun kelompok. Apalagi organisasi yang jelas bertujuan untuk mencapai sesuatu, proses organisasi merupakan hal yang mutlak dilakukan. Proses organisasi ini tak dilakukan secara spontan, perencanaan dibuat demi tercapainya tujuan dengan cara yang efektif dan efisien. Perencanaan ini dirancang oleh orang - orang yang memiliki pengaruh, wewenang dan kekuasaan di dalam organisasi. Ketiga peran tersebut tak selalu dimiliki satu per satu bagi individu di dalam organisasi tersebut, terkadang kedua di antaranya atau semuanya dimiliki oleh satu orang sekaligus.

Selain itu, peran seperti pengaruh dan kekuasaan bisa saja dimiliki oleh orang di luar organisasi dan tentunya mempengaruhi pembuatan perencanaan yang akan disusun. Orang luar yang memiliki peran tersebut kadang mendukung tercapainya tujuan organisasi tersebut atau malah mengalihkannya. Maka itu proses pengambilang sangat dibutuhkan dalam perencanaannya. Proses pengambilan keputusan ini dilakukan atas prioritas tujuan organisasi dan demi terlindungi intervensi dari luar maupun dalam organisasi itu sendiri.

BAB IV
REFERENSI

http://www.nggalicious.blogspot.com/2013/01/proses-organisasi.html